Berbakti Kepada Orang Tua

Sudah menjadi ma’lum bagi kita semua, begitu pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sampai-sampai Allah SWT menyandingkan kedudukannya pada posisi kedua setelah mengesakan dan mentauhidkan Allah Jalla Jalaluh agar kita tetap berbakti kepada kedua orang tua kita, sehingga tak pantas sedikitpun bagi kita untuk menyakiti hati mereka berdua.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua”

[Surat Al-Baqarah Ayat 83]

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” 

[Surat Al-Isra’ Ayat 23]

Dan tentu kita juga sangat sadar sekali, bahwa jiwa dan raga kita ini tak akan pernah mampu untuk membalas semua kebaikan-kebaikan yang telah mereka berikan kepada diri kita semua. Sebagimana Allah SWT berfirman.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” 

[Surat Al-Ahqaf Ayat 15]

Sehingga tak ada jalan lain bagi kita selain berbakti kepada keduanya, karena hakikatnya kebaikan yang kita berikan kepada keduanya, tiada lain kebaikan itu untuk diri kita sendiri. Sebagaimana Imam Said bin Musayyab berkata,

البار بوالديه لايموت ميتة السوء اللهم اجعلنا من البارين بهم

 “Orang yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya tidak akan pernah wafat dalam keadan buruk, Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang orang yang senatiasa berbakti kepada mereka (kedua orang tua)”

[Lihat:Tarikh Ibnu Muin 2/228]

baca juga: Para Investor Ulung

Wahai saudaraku berbaktilah kepada kedua orang tua kita dengan pembuktian dan pembaktian Seikhlas-ikhlasnya dan sebaik-baiknya, sehingga kelak nanti disaat kita dianugrahkan seorang anak, mereka semua akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah serta berbakti kepada kedua orang tuanya. Karena kita tak tau kapan kematian itu datang, dan kita tau bahwa kematian itu pasti datang kepada setiap makhluk yang bernyawa.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan” 

[Surat Al-Ankabut Ayat 57]

Wallahu ‘Alamu Bishowab.

One Reply to “Berbakti Kepada Orang Tua”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *